Perkuat Pelayanan Publik Inklusif, Ditjen Migas ESDM Gandeng PPDI Gelar Sharing Knowledge dan Sensitisasi Disabilitas
JAKARTA, PPDI.OR.ID — Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) bersama Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggelar kegiatan Sharing Knowledge terkait Inklusi Pelayanan Publik dan Sensitisasi Disabilitas. Kegiatan yang mengusung tema "Inklusi untuk Energi Negeri" ini dilaksanakan pada Rabu, 19 Agustus, bertempat di Gedung Ibnu Sutowo, Kantor Ditjen Migas, Kuningan, Jakarta Selatan.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Bapak Dr. Ir. Muhammad Rizwi Jilanisaf Hisjam, M.Si.. Penyelenggaraan acara ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran, serta wawasan para pegawai di lingkungan Ditjen Migas mengenai kesetaraan hak dan pelayanan publik yang ramah disabilitas.
Dalam sambutannya, Bapak Muhammad Rizwi menyampaikan pentingnya menciptakan lingkungan kerja dan standar pelayanan publik yang inklusif di sektor energi dan sumber daya mineral. Ia mengapresiasi kolaborasi bersama PPDI sebagai langkah nyata mewujudkan pelayanan yang dapat dijangkau dan diakses oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Pemahaman Inklusi dan Praktik Sensitisasi
Rangkaian acara diawali dengan pemaparan materi pemahaman penyandang disabilitas yang mengulas secara komprehensif mengenai definisi disabilitas, terminologi yang tepat, pergeseran paradigma (dari charity model ke human rights-based model), hingga penerapan prinsip-prinsip inklusivitas dalam pelayanan publik.
Memasuki sesi sensitisasi, suasana interaktif dihadirkan melalui pengalaman langsung dari tiga narasumber penyandang disabilitas dengan ragam yang berbeda:
- Irdanelly (Disabilitas Tuli): Membagikan perspektif mengenai hambatan komunikasi serta pentingnya aksesibilitas bahasa isyarat dan visual di area publik. Dalam sesi ini, para peserta diajak langsung mempelajari dan mempraktikkan etika berinteraksi serta simbol-simbol bahasa isyarat dasar.
- Restiawati (Disabilitas Netra): Menjelaskan etika pendampingan dan pentingnya penyediaan guiding block, format dokumen yang terakses, serta orientasi mobilitas bagi masyarakat penyandang disabilitas netra.
- Ridwan Sumantri (Disabilitas Fisik): Memberikan wawasan terkait pentingnya tata ruang dan sarana prasarana fisik yang aksesibel, seperti penyediaan ramp (bidang miring), toilet aksesibel, hingga fasilitas penunjang mobilitas lainnya di gedung perkantoran pemerintah.
Melalui sesi sensitisasi ini, para pegawai Ditjen Migas tidak hanya menerima teori, tetapi juga diajak bersimulasi dan berinteraksi langsung guna memahami hambatan serta kebutuhan nyata para penyandang disabilitas.
Komitmen Bersama Mewujudkan Pelayanan Inklusif
Melalui kegiatan sharing knowledge ini, Ditjen Migas berkomitmen untuk terus membenahi dan meningkatkan standar sarana, prasarana, serta sikap pelayanan pegawainya agar semakin ramah disabilitas.
Sinergi antara PPDI dan Ditjen Migas Kementerian ESDM ini diharapkan menjadi pendorong lahirnya kebijakan serta praktik pelayanan publik yang makin inklusif, selaras dengan semangat mewujudkan energi yang berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tinggalkan Komentar