Tingkatkan Aksesibilitas Commuter Line, PPDI Berkolaborasi dengan JIC Uji Lapangan dan Jajaki AI "Eki-Moni"
JAKARTA, PPDI.OR.ID — Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) terus berkomitmen mendorong terciptanya moda transportasi publik yang inklusif dan ramah disabilitas. Pada Jumat (14/8/2026), PPDI menggelar rangkaian kegiatan kolaboratif bersama lembaga konsultan transportasi asal Jepang, Japan International Consultants for Transportation (JIC), di Jakarta.
Rangkaian agenda diawali pada pagi hari dengan observasi lapangan langsung mengenai fasilitas serta aksesibilitas stasiun. Tim gabungan PPDI dan JIC memulai tinjauan dari Stasiun Manggarai dan melakukan simulasi perjalanan menggunakan KRL Commuter Line hingga Stasiun Tanah Abang. Observasi ini bertujuan untuk memetakan tantangan serta hambatan mobilitas yang dihadapi para penyandang disabilitas saat beraktivitas di stasiun dan di dalam kereta secara real-time.
Diskusi Pengurus PPDI dan Pihak JIC
Kegiatan dilanjutkan pada siang hari pukul 14.00 WIB melalui pertemuan audiensi di kantor Dewan Pengurus Pusat (DPP) PPDI. Pertemuan ini dihadiri langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Umum PPDI, Bapak H. Siswadi.
Dalam sambutannya, Bapak H. Siswadi memaparkan gambaran umum mengenai berbagai persoalan dan kendala utama yang kerap ditemui para penyandang disabilitas saat memanfaatkan moda transportasi KRL Commuter Line di Jabodetabek. Beliau menegaskan pentingnya ketersediaan akses fisik yang memadai serta kesiapan petugas dalam memberikan pendampingan secara sigap.
Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh jajaran pengurus PPDI, antara lain:
- Bapak Gufroni Sakaril (Ketua Dewan Pertimbangan)
- Bapak Harpalis Alwi (Anggota Dewan Penasehat)
- Ibu Kasih Ani (Ketua 1)
- Ridwan Sumantri (Sekretaris Umum)
- Ibu Ratna Fitriani / Pipit (Departemen Hubungan Internasional)
Sementara itu, pihak JIC diwakili oleh Ms. Akiko Ito dan Mr. Chikara Yokoyama.
Pengenalan Teknologi AI "Eki-Moni"
Salah satu poin utama dalam pertemuan ini adalah pemaparan solusi teknologi inovatif dari pihak JIC bernama Eki-Moni (Smart Station Monitoring).
Eki-Moni merupakan aplikasi pemantauan stasiun berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang memanfaatkan jaringan CCTV stasiun. Cara kerja teknologi ini meliputi:
- Deteksi Otomatis: Kamera CCTV stasiun mengidentifikasi penyandang disabilitas secara visible (seperti pengguna kursi roda, alat bantu jalan, maupun tongkat tunanetra) secara langsung.
- Notifikasi Petugas: Sistem AI secara otomatis mengirimkan notifikasi instan kepada perangkat atau stasiun kerja petugas operasional di stasiun tujuan/terdekat.
- Respon Cepat: Petugas dapat langsung bersiap di peron untuk menyambut dan memberikan bantuan yang diperlukan sesegera mungkin tanpa penumpang harus meminta secara manual.
Harapan Masa Depan Transportasi Inklusif
PPDI menyambut baik inisiatif teknologi yang ditawarkan oleh JIC. Penerapan teknologi responsif seperti Eki-Moni dinilai dapat memangkas waktu tunggu bantuan dan meningkatkan kenyamanan serta keselamatan penumpang disabilitas.
"Kami berharap kolaborasi ini dan pengaplikasian teknologi seperti Eki-Moni dapat diimplementasikan di stasiun-stasiun Commuter Line. Hal ini akan sangat membantu petugas lapangan dalam memberikan layanan yang cepat, tepat, dan setara bagi seluruh masyarakat," ungkap Plt. Ketua Umum PPDI, H. Siswadi.
Melalui sinergi antara evaluasi lapangan dan pemanfaatan teknologi modern, PPDI optimistis pelayanan KRL Commuter Line di Jakarta dapat tumbuh menjadi contoh transportasi publik yang benar-benar inklusif bagi semua kalangan.
Komentar (1)
Terima kasih buat jajaran pimpinan PPDI yang selalu all out memperjuangkan kesetaraan hak penyandang disabilitas Indonesia. Semoga amar ma'ruf nahi munkar ini jadi ladang amalan jariyah dan terwujudnya keadilan masyarakat inklusi yang sesungguhnya
Tinggalkan Komentar